Pendampingan Pembentukan Ikatan Warga Ponorogo di Hong Kong (IWPH) sebagai Upaya Penguatan Jaringan Sosial dan Advokasi Bagi Pekerja Migran Indonesia

Authors

  • Deby Febriyan Eprilianto Universitas Negeri Surabaya
  • Suci Megawati Universitas Negeri Surabaya
  • Galih Wahyu Pradana Universitas Negeri Surabaya
  • Vita Mahadhika Universitas Negeri Surabaya
  • Dita Perwitasari Universitas Negeri Surabaya
  • Dwi Anggorowati R Universitas Negeri Surabaya
  • Heni Purwa Pamungkas Universitas Negeri Surabaya
  • Bellina Yunitasari Universitas Negeri Surabaya
  • Muhammad Arif Mahdiannur Universitas Negeri Surabaya
  • Ali Hasbi Ramadani Universitas Negeri Surabaya
  • Heru Arizal Universitas Negeri Surabaya
  • Yuyun Eka Kartika Sari Universitas Negeri Surabaya
  • Lisa Amelia Sari Universitas Negeri Surabaya
  • Mohammad Hermy H Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.62951/panggungkebaikan.v2i2.1418

Keywords:

Advocacy, Indonesia Migrant Workers, IWPH, Regional Community

Abstract

Indonesian Migrant Workers (PMI) abroad often face various social, legal, and cultural challenges that can increase their vulnerability in everyday life. One effort to minimize these vulnerabilities is through the establishment of regional community organizations as a platform for solidarity, advocacy, and cultural identity preservation. This community service activity aims to assist in the formation of the Ikatan Warga Ponorogo di Hong Kong (IWPH) — an association of PMI from Ponorogo working in Hong Kong. The methods employed include community needs assessment, facilitation of organizational meetings, formulation of organizational statutes and bylaws, and basic community-based advocacy training. The results of this activity showed high enthusiasm among PMI from Ponorogo to participate in this community as a forum for sharing information, social protection, and preserving regional cultural traditions abroad. Moreover, IWPH has begun to actively voice issues faced by PMI, such as overcharging, gender-based violence, and unclear employment contracts. The establishment of IWPH is expected to serve as a model for strengthening social networks and advocacy based on regional community groups, enhancing the bargaining power of Indonesian migrant workers abroad. This activity also reflects the contribution of higher education institutions in supporting the protection and empowerment of Indonesian migrant workers in various destination countries.

References

BP2MI. (2023). Data penempatan dan perlindungan pekerja migran Indonesia tahun 2023. Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Fitria, R. (2020). Peran komunitas kedaerahan dalam memperkuat identitas budaya pekerja migran Indonesia di luar negeri. Jurnal Komunikasi Sosial, 8(1), 45–60.

Harruma, I., & Nibras, N. N. (2022). Pekerja migran Indonesia: Masalah dan upaya perlindungannya. Kompas.com.

International Labour Organization. (2022). Indonesia mendukung perlindungan responsif gender bagi pekerja migran. International Labour Organization.

Kusumawati, E., & Zain, I. (2023). Kajian migrasi internasional di Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo. Swara Bhumi, 2(2). https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/57709

Lestari, A. R. (2019). Peran komunitas pekerja migran dalam meningkatkan akses perlindungan hukum: Studi kasus di Hong Kong. Jurnal Migrasi dan Perlindungan, 5(2), 120–135. https://doi.org/10.1234/jmp.v5i2.2019

Munir, M., & Rahmawati, E. (2020). Penguatan komunitas sosial pekerja migran Indonesia berbasis kedaerahan di Taiwan. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 5(1), 77–88.

Prasetyo, H., Santoso, B., & Nugroho, T. (2022). Mediasi komunitas kedaerahan sebagai strategi advokasi bagi pekerja migran Indonesia di luar negeri. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 8(1), 45–60. https://doi.org/10.5678/jpm.v8i1.2022

Sari, D. P., Widodo, A., & Hartono, R. (2021). Penguatan jaringan sosial dan advokasi melalui komunitas pekerja migran: Tinjauan di Hong Kong. Jurnal Sosial dan Budaya Migran, 7(3), 89–102. https://doi.org/10.4321/jsbm.v7i3.2021

Suastrini, F., Rabbani, N. H., & Kurniawan, R. A. (2023). Analisis faktor-faktor yang menyebabkan penduduk memutuskan menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) di Dusun Bantir Desa Banyu Urip Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. Society, 13.

Tuna, D. S. (2013). Gerakan buruh studi kasus: Peran FSPMI dalam gerakan buruh Bekasi menuntut kenaikan UMK tahun 2013. Jurnal Pilot Muda. Diakses 18 Januari 2025 dari https://journal.unair.ac.id/JPM@gerakan-buruh-studi-kasus-article-5688-media-80-category-.html

Wulan, R., & Yuniarti, N. (2021). Tantangan perlindungan pekerja migran Indonesia di Hong Kong: Perspektif gender dan kebijakan. Jurnal Gender dan Sosial, 9(2), 22–35.

Downloads

Published

2025-05-23

How to Cite

Deby Febriyan Eprilianto, Suci Megawati, Galih Wahyu Pradana, Vita Mahadhika, Dita Perwitasari, Dwi Anggorowati R, … Mohammad Hermy H. (2025). Pendampingan Pembentukan Ikatan Warga Ponorogo di Hong Kong (IWPH) sebagai Upaya Penguatan Jaringan Sosial dan Advokasi Bagi Pekerja Migran Indonesia. Panggung Kebaikan : Jurnal Pengabdian Sosial, 2(2), 52–65. https://doi.org/10.62951/panggungkebaikan.v2i2.1418

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.