Manfaat Bahasa Daerah Banten di Sekolah Dasar (Sunda dan Jaseng)

Authors

  • Ratna Dewi Universitas Bina Bangsa
  • Nadiva Dewi Maulina Universitas Bina Bangsa
  • Devi Nurviyanti Universitas Bina Bangsa
  • Santia Nengsih Universitas Bina Bangsa

DOI:

https://doi.org/10.62383/aksinyata.v2i3.1672

Keywords:

Regional Languages, Banten, Sundanese, Jaseng, Elementary School, Cultural Preservation

Abstract

Regional languages play a crucial role in shaping cultural identity and strengthening local values among young generations. This study aims to examine the benefits of using regional languages of Banten, specifically Sundanese and Javanese Serang (Jaseng), in learning activities at elementary schools. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, interviews with teachers, and documentation studies at several elementary schools in Banten. The results show that the use of regional languages can increase students' self-confidence, strengthen their ties to local culture, and promote the preservation of regional languages in the midst of globalization. Additionally, students become more active in communication and demonstrate intercultural tolerance attitudes. The conclusion of this study is that regional languages not only function as a means of communication but also as an educational tool in shaping character and love for one's own culture.

References

Abdullah, H. (2019). Pelestarian bahasa daerah dalam era globalisasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Adi, P. (2023). Revitalisasi bahasa lokal di sekolah dasar: Studi kasus di Banten. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, 13(2), 101–110.

Badan Bahasa. (2023). Kebijakan bahasa nasional dan daerah tahun 2023. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan awal (Edisi revisi). Jakarta: Rineka Cipta.

Devianty, R. (2017). Bahasa sebagai cermin kebudayaan. Jurnal Tarbiyah, 24(2).

Fauziah, L. (2022). Strategi pembelajaran Bahasa Sunda untuk meningkatkan literasi di SD. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, 11(1), 77–85.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Kebijakan pemerintah dalam pelestarian bahasa daerah. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Mursidah, I., & Humaeroh, H. (2023). Praktik pengajaran dan pemertahanan bahasa Jaseng di SDN 13 Kota Serang Banten. Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA, 9(1).

Musgrave, S. (2014). Language shift and language maintenance in Indonesia. International Journal of the Sociology of Language, 2014(225), 135–154.

Rahman, A. (2016). Pengaruh bahasa daerah terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia peserta didik kelas 1 SD Inpres Maki Kecamatan Lamba Leda Kabupaten Manggarai Timur. Alaudin: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 3(2), 71–79.

Sugiyono. (2016). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukmawati, R. (2021). Peran media tradisional dalam menanamkan nilai budaya lewat bahasa daerah. Jurnal Komunikasi Budaya, 5(1), 20–28.

Zentz, L. R. (2014). Global language identities and ideologies: Youth and English in Indonesia. Routledge.

Downloads

Published

2025-06-23

How to Cite

Ratna Dewi, Nadiva Dewi Maulina, Devi Nurviyanti, & Santia Nengsih. (2025). Manfaat Bahasa Daerah Banten di Sekolah Dasar (Sunda dan Jaseng). Aksi Nyata : Jurnal Pengabdian Sosial Dan Kemanusiaan, 2(3), 139–147. https://doi.org/10.62383/aksinyata.v2i3.1672