Harmoni dalam Perbedaan: Toleransi Antarumat Beragama di Desa Tebel, Bareng

Authors

  • Muh. Ikhsan Nurdin Universitas Hasyim Asy’ari
  • Muh. Atmim Nurona Universitas Hasyim Asy’ari
  • Muh. Syukrur Rizki Universitas Hasyim Asy’ari
  • Azzaida Naura Amalia Universitas Hasyim Asy’ari
  • Rohmatul Lailiyah Universitas Hasyim Asy’ari
  • Taufiqur Rohmah Universitas Hasyim Asy’ari
  • Iva Inayatul Ilahiyah Universitas Hasyim Asy’ari

DOI:

https://doi.org/10.62383/aksinyata.v2i3.1649

Keywords:

Harmonious social, religious differences, interfaith tolerance

Abstract

Tebel Bareng Village is a clear example of how religious differences do not have to be an obstacle to social harmony. Through This research explores local cultural values through an ethnographic approach. that foster interfaith tolerance. The tradition of gotong royong and deliberation are key to maintaining harmonious social relations.The results demonstrate that local culture plays a pivotal role in instilling tolerance values into people's daily lives.These villagers prove that Different beliefs are not walls of separation but bridges that allow people to get to know each other.appreciate each other. This research describes inspiring stories from daily life where religious people help each other regardless of background. beliefs. Using a narrative qualitative approach, the study presents a vivid and inspiring portrait of tolerance and offering hope that Harmony can be achieved in a pluralistic society.

References

Azra, A. (2007). Islam substantif: Fondasi keagamaan dalam membangun masyarakat madani. Jakarta: Mizan.

Cangara, H. (2014). Perencanaan dan strategi komunikasi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Darajad, Z. (2001). Remaja harapan dan tantangan. Jakarta: Ruhana.

Depag RI. (2005). Alquran dan terjemahannya. Bandung: Syaamil Cipta Media.

Departemen Agama RI. (2003). Pedoman pelaksanaan pendidikan agama di sekolah umum. Jakarta: Dirjen Kelembagaan Agama Islam.

Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. New York: Basic Books.

Hamka, M. (2002). Hubungan antara persepsi terhadap pengawasan kerja dengan motivasi berprestasi (Skripsi tidak diterbitkan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Fakultas Psikologi).

Harianto, D. (2008). Solidaritas sosial partisipasi masyarakat desa transisi. Jakarta: Erlangga.

Kartono, K. (2007). Patologi sosial (Jilid 1). Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Penguatan pendidikan karakter: Nilai toleransi. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Nurhayati, S. (2018). Harmoni sosial dalam masyarakat multikultural: Studi kasus Desa Majemuk di Indonesia. Jurnal Komunikasi dan Masyarakat, 10(2), 135–150.

Putra, I. E. (2014). Pembentukan sikap toleransi beragama melalui pendidikan multikultural. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 20(1), 106–116.

Rahardjo, M. D. (2010). Pluralisme dan toleransi beragama dalam perspektif sosial budaya. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 13(3), 213–227.

Susanto, A. (2016). Pendidikan karakter: Membangun peradaban bangsa. Jakarta: Prenadamedia Group.

Wahid, A. (2001). Ilusi negara Islam: Ekspansi gerakan Islam transnasional di Indonesia. Jakarta: The Wahid Institute.

Downloads

Published

2025-06-21

How to Cite

Muh. Ikhsan Nurdin, Muh. Atmim Nurona, Muh. Syukrur Rizki, Azzaida Naura Amalia, Rohmatul Lailiyah, Taufiqur Rohmah, & Iva Inayatul Ilahiyah. (2025). Harmoni dalam Perbedaan: Toleransi Antarumat Beragama di Desa Tebel, Bareng. Aksi Nyata : Jurnal Pengabdian Sosial Dan Kemanusiaan, 2(3), 83–90. https://doi.org/10.62383/aksinyata.v2i3.1649

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.