Sosialisasi dan Pendampingan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) Atas Transaksi Klinik Kesehatan Pada Klinik Pratama Harapan Jaya
DOI:
https://doi.org/10.62951/masyarakatmandiri.v3i1.2814Keywords:
Health Clinic Transactions, Income Tax, Mentoring, Socialization, Value Added TaxAbstract
Pratama clinics, as first-level healthcare facilities, play a crucial role in providing healthcare services to the community and are also subject to tax obligations for their business activities. However, many clinics still lack a thorough understanding of Value Added Tax (VAT) and Income Tax (PPh) provisions for their transactions, particularly regarding the tax treatment of medical services, drug sales, and tax withholding and reporting obligations. This Community Service activity aims to improve Harapan Jaya Pratama Clinic's tax understanding and compliance through outreach and mentoring on VAT and PPh for clinic transactions. The implementation method includes outreach on relevant tax regulations, training in tax accounting-based transaction recording, and mentoring in identifying taxable objects, calculating, depositing, and reporting VAT and PPh in accordance with applicable regulations. The expected outcomes of this activity are increased tax literacy and awareness among clinic managers, more orderly transaction recording, and increased compliance of Harapan Jaya Pratama Clinic in fulfilling its tax obligations. This activity is expected to support better and more sustainable clinic financial governance.
References
Direktorat Jenderal Pajak. (2022). Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Jakarta: Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Direktorat Jenderal Pajak. (2023). Laporan kinerja Direktorat Jenderal Pajak. Jakarta: Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Felicia, Safitri, R. R., Bawani, F. N., Pricilia, & Clister, H. (2025). Studi komparasi penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada rumah sakit umum dan rumah sakit swasta. JATS: Journal of Audit and Tax Synergy, 2(2), 15–21.
Gunadi. (2019). Panduan komprehensif Pajak Pertambahan Nilai. Jakarta: PT Multazam Mitra Prima.
Habibah, S., Syalitri, L., & Meiriasari, V. (2025). Pengaruh pemeriksaan pajak, penagihan pajak, dan jumlah pengusaha kena pajak terhadap penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). JEMSI: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi, 11(2), 1027–1032.
Ikatan Akuntan Indonesia. (2020). Standar akuntansi keuangan entitas tanpa akuntabilitas publik (SAK ETAP). Jakarta: IAI.
Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2020). Inklusi kesadaran pajak dalam pendidikan. Jakarta: Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2021). Peraturan Menteri Keuangan Nomor 18/PMK.03/2021 tentang pelaksanaan Undang-Undang PPN. Jakarta: Kementerian Keuangan RI.
Mardiasmo. (2019). Perpajakan. Yogyakarta: Andi.
Nugraheni, D. G., Ernawati, W. D., & Putra, I. L. (2025). Evaluasi kepatuhan perpajakan pengadaan barang dan jasa Dispendukcapil Kabupaten Malang. JURALINUS: Jurnal Akuntansi Publik Nusantara, 3(2), 51–63.
OECD. (2017). International VAT/GST guidelines. Paris: Organisation for Economic Co-operation and Development.
Resmi, S. (2020). Perpajakan: Teori dan kasus (11th ed.). Jakarta: Salemba Empat.
Suandy, E. (2017). Perencanaan pajak. Jakarta: Salemba Empat.
Susanto, H. I., & Wijaya, S. (2024). Fasilitas Pajak Pertambahan Nilai dibebaskan atas penyerahan jasa pelayanan kesehatan medis. Journal of Law, Administration and Social Science, 4(5), 835–867.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2009 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah.
Waluyo. (2020). Akuntansi pajak. Jakarta: Salemba Empat.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Masyarakat Mandiri : Jurnal Pengabdian dan Pembangunan Lokal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


