Upaya Peningkatan Status Gizi Anak Melalui Program Posyandu Balita "Anggrek Merah" Kelurahan Karang Anyar Pantai

Authors

  • Nurul Hidayat Universitas Borneo Tarakan
  • Gea Dilah Hermila Universitas Borneo Tarakan
  • Jesika Dela Maharani Universitas Borneo Tarakan
  • Fahrul Ilham Muhti Universitas Borneo Tarakan
  • Owen Petit Universitas Borneo Tarakan
  • Prithi Arvana Angody Universitas Borneo Tarakan
  • Febrianingsih. A Universitas Borneo Tarakan
  • Nanda Saputra Universitas Borneo Tarakan

DOI:

https://doi.org/10.62951/karyanyata.v2i4.2572

Keywords:

Education, Nutritious Food, Posyandu, Stunting, Toddler Nutrition

Abstract

Nutritional problems in toddlers remain a public health challenge in Indonesia, including in Tarakan City, North Kalimantan. The 2018 Basic Health Research (Riskesdas) data shows a high prevalence of malnutrition, severe malnutrition, and stunting in toddlers, with data showing that based on the body weight index (BB/A) the prevalence of malnourished toddlers is 3.9% while 13.8% of toddlers are undernourished. Based on the height-for-age (H/A) index, there are 11.5% of toddlers with very short nutritional status and 19.3% of toddlers with stunted nutritional status. Meanwhile, based on the weight-for-height (BB/H) index, the proportion of very wasted children is 3.5%, undernourished children are 6.7%, and overweight children are 8% (Riskesdas, 2018). Because of these problems, early nutrition education efforts are needed. This community service activity aims to increase the knowledge of toddler mothers about the importance of balanced nutrition for children, especially through the use of UHT milk as a nutritional supplement, as well as strengthening the role of integrated health posts (Posyandu) in monitoring child growth and development. Thus, this community service activity contributes to raising public awareness of the importance of meeting toddler nutritional needs and is expected to support government programs to reduce the prevalence of stunting in Tarakan City.

References

Almatsier, S. (2019). Prinsip dasar ilmu gizi (Edisi revisi). Gramedia Pustaka Utama.

Hidayat, N., Hermila, G. D., Chaidir, M., Katim, M. D. S., Saputra, N., Haironi, N., … Yuniati, Y. (2025). Gizi seimbang dari dapur Nusantara: Edukasi dan berbagi bubur Manado di RT 01 Kelurahan Selumit. Jurnal Kemitraan Masyarakat, 2(2), 12–19. https://doi.org/10.62383/jkm.v2i2.1439

Hidayat, N., Putra, G. A., Novianti, D., Nadani, A., Murlani, M., Sari, W. N. F., & Sari, N. I. (2025). Peningkatan gizi anak melalui penyuluhan dan pembagian camilan sehat Jasuke di SDN 035 Tarakan Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Karya Nyata: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 2(1), 1–8.

Hidayat, N., Ripani, A., Febriyanti, R., Raina, R., & NA, M. P. (2024). Meningkatkan kesadaran gizi sehat melalui konsumsi bubur kacang hijau di RT 19 Kelurahan Sebengkok Waru, Tarakan. RENATA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua, 2(3), 277–282.

Husna, A., Andika, F., Rahmi, N., & Safitri, F. (2022). Determinan peran kader dan dukungan keluarga dengan kehadiran ibu ke posyandu di wilayah kerja Puskesmas Cot Ba’u. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 7(2), 774–781.

Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2020). Panduan pemberian nutrisi pada anak usia 1–5 tahun. IDAI.

Mahardikaningtyas, R. (2013). Perilaku konsumen terhadap pembelian susu UHT (Ultra High Temperature) di Giant Hypermarket Kota Malang (Skripsi). Universitas Brawijaya.

Ningsih, S. (2020). Manfaat gizi bubur kacang hijau bagi pertumbuhan anak. Jurnal Gizi dan Pangan, 12(3), 200–210.

Nursyamsiyah, N., Yulida, S., & Bani, S. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24–59 bulan. Promotor: Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, 4(3), 611–622. https://doi.org/10.32832/pro.v4i2.5581

Nurul, H., Januari, D., Kartini, K., Nirwana, N., Syarima, Z., & Qoningatun, N. (2024). Kegiatan berbagi kasih: Pembagian bubur kacang ijo untuk anak-anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial di Panti Asuhan Puteri Melati Aisyiyah. Mengabdi: Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat, 2(6), 164–171. https://doi.org/10.61132/mengabdi.v2i6.1124

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Upaya kesehatan anak. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Prihatin, T., Sitasi, C., & Prihatin, T. (2018). Implementasi metode simple additive weighting dalam penentuan susu UHT untuk anak balita. Jurnal Teknik Komputer, 4(2), 1–6. https://doi.org/10.59697/jtik.v2i1.679

Suhartatik, S., & Al Faiqoh, Z. (2022). Peran kader posyandu dalam pemantauan status gizi balita: Literature review. Journal of Health Education and Literacy, 5(1), 19–25. https://doi.org/10.31605/j-healt.v5i1.1573

Switrayni, N. W., & Aini, Q. (2016). Penentuan susu formula ideal untuk bayi menggunakan AHP di wilayah Kota Mataram. Jurnal Matematika, 6(2), 100–113. https://doi.org/10.24843/JMAT.2016.v06.i02.p73

World Health Organization. (2023). Guideline on complementary feeding of infants and young children 6–23 months of age. World Health Organization.

Downloads

Published

2025-12-13

How to Cite

Nurul Hidayat, Gea Dilah Hermila, Jesika Dela Maharani, Fahrul Ilham Muhti, Owen Petit, Prithi Arvana Angody, … Nanda Saputra. (2025). Upaya Peningkatan Status Gizi Anak Melalui Program Posyandu Balita "Anggrek Merah" Kelurahan Karang Anyar Pantai. Karya Nyata : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(4), 117–122. https://doi.org/10.62951/karyanyata.v2i4.2572