Kegiatan Pegabdian kepada Masyarakat Mengugah Lidah, Menjaga Warisan- Pepes Ikan Bandeng Sebagai Cita Rasa Nusantara untuk Peningkatan Gizi Warga RT 31 Kelurahan Sebengkok

Authors

  • Nurul Hidayat Universitas Borneo Tarakan
  • Siska Sonya Nanda Dewi Universitas Borneo Tarakan
  • Putri Rahmadani Universitas Borneo Tarakan
  • Sofia Yulia Bulu Universitas Borneo Tarakan
  • Dinta Nur Azmiah Universitas Borneo Tarakan
  • Andrik Radika Saptaputra Universitas Borneo Tarakan
  • Karya Agung Universitas Borneo Tarakan

DOI:

https://doi.org/10.62951/karyanyata.v2i2.1475

Keywords:

community service, milkfish, pepes, public nutrition, traditional cuisine, empowerment

Abstract

This community service program aimed to enhance nutritional awareness and increase milkfish consumption through the innovation of a traditional dish, pepes ikan bandeng, in RT 31, Sebengkok Subdistrict, Tarakan City. Although milkfish is rich in nutrients such as protein, omega-3 fatty acids, vitamins, and minerals, its consumption remains low due to the presence of numerous fine bones. The program adopted a hands-on approach involving community members in every step of the process, including ingredient preparation, cooking, and product distribution. The results demonstrated that pepes ikan bandeng, traditionally seasoned and wrapped in banana leaves, not only offers a unique and appetizing flavor but also retains its nutritional value. This activity successfully educated the community on the benefits of consuming nutritious local fish while preserving traditional culinary heritage as a means of community empowerment.

References

Adawiyah, A. R., & Selviastuti, R. (2004). Serburia suplemen tulang ikan bandeng dengan cangkang kapsul alginat untuk mencegah osteoporosis. Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 4(1), 53–59.

Agustini, T. W., & Swastawati, F. (2003). Pemanfaatan hasil perikanan sebagai produk bernilai tambah (value added) dalam upaya penganekaragaman pangan. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 15(1), 74–81.

Balai Pengembangan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan. (2004). Ikan bandeng dan produk diversifikasinya. Departemen Kelautan dan Perikanan.

Departemen Pertanian RI. (2005). Profil kandungan gizi dan manfaat ikan air tawar. Balai Penelitian Perikanan.

FAO. (2020). The state of world fisheries and aquaculture 2020. Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Hardinsyah, & Briawan, D. (2011). Ilmu gizi untuk mahasiswa dan profesional. Penebar Swadaya.

Kementerian Kesehatan RI. (2017). Tabel komposisi zat gizi pangan Indonesia (TKPI). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Saparianto, C. (2009). Bandeng tanpa duri dan cara pengolahannya. Dahara Prize.

Sugito, S., Prahutama, A., Tarno, T., & Hoyyi, A. (2019). Diversifikasi olahan ikan bandeng oleh UKM Primadona dalam program pengabdian IbPE 2016–2018. E-DIMAS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 10(1), 100–104.

Widiarti. (2010). Warta Pasar Ikan (Vol. 77, Edisi Januari 2010). Direktorat Pemasaran Dalam Negeri, Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan.

Winarno, F. G. (2004). Kimia pangan dan gizi. Gramedia.

Downloads

Published

2025-06-05

How to Cite

Nurul Hidayat, Siska Sonya Nanda Dewi, Putri Rahmadani, Sofia Yulia Bulu, Dinta Nur Azmiah, Andrik Radika Saptaputra, & Karya Agung. (2025). Kegiatan Pegabdian kepada Masyarakat Mengugah Lidah, Menjaga Warisan- Pepes Ikan Bandeng Sebagai Cita Rasa Nusantara untuk Peningkatan Gizi Warga RT 31 Kelurahan Sebengkok. Karya Nyata : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 162–169. https://doi.org/10.62951/karyanyata.v2i2.1475