Pemberdayaan Ekonomi Produktif pada Masyarakat Miskin di Wilayah Kelurahan Puruk Cahu Seberang Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah

Authors

  • Periyadi Periyadi Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin
  • Abdul Kadir. MS Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin
  • Junaidi Junaidi Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin
  • Noorlaily Maulida Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin
  • Dewi Ariefahnoor Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin
  • Edy Mahfuz Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin
  • Muhammad Haris Syafitri Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.62951/jpm.v2i2.1994

Keywords:

Digital Era, Economy, Empowerment, Productive, Society

Abstract

Science continues to advance over time. This development has led to the birth of various new technologies that mark the progress of the times. Currently, technology has entered the digital era, where almost all areas of life are beginning to utilize these advances to increase work efficiency and effectiveness. In Indonesia, digital transformation has also penetrated various sectors, including education. This change presents a significant opportunity for the world of education to expand access, improve the quality of learning, and encourage innovation in teaching methods. As an entity closely linked to human culture and civilization, education has undergone significant changes in the era of globalization. The use of digital technologies, such as online learning, learning management systems (LMS), and interactive media, has become an integral part of the educational process. This not only facilitates the delivery of material but also opens up more flexible and inclusive learning opportunities for various levels of society. However, behind these opportunities, challenges also arise, such as disparities in technology access, low digital literacy in some communities, and the need to adapt curricula and teaching methods to be relevant to current developments. Therefore, the success of educational transformation in the digital era depends not only on the availability of technology but also on the readiness of human resources, including educators and students, to optimize its use. Therefore, the development of digital science and technology has become a driving force for global educational change. Education is required to adapt quickly and accurately to produce a generation that is not only academically intelligent.

References

Bappeda. (2010). Pengembangan usaha ekonomi kreatif (Pusaka): Sebuah model pembelajaran pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis budaya Sunda di Kabupaten Sumedang. Sumedang: Bappeda.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. SAGE Publications Ltd.

Duryat, H. M., & Alphan. (2021). Pendidikan dan perubahan sosial: Telaah konseptual pemikiran pendidikan Mansour Fakih. K-Media.

Harahap, E. F. (2012). Pemberdayaan masyarakat dalam bidang ekonomi untuk mewujudkan ekonomi nasional yang tangguh dan mandiri. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 3(2), 78–96.

Huraerah, A. (2008). Pengorganisasian dan pengembangan masyarakat: Model dan strategi pembangunan berbasis masyarakat. Bandung: Humaniora, Penerbit Buku Pendidikan - Anggota IKAPI.

Indriani, I., Ustaminingsih, S., Trihandayani, E., & Iqbal, M. (2020). Pembinaan pengelolaan lahan tepi pantai berdasarkan aspek hukum dan pengembangan industri. Abdi Laksana: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(3), 406–411.

Kamaluddin, A. K., & Tamrin, M. (2019). Pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal melalui skema perhutanan sosial di area KPH Ternate Tidore. Techno: Jurnal Penelitian, 8(2), 308–317. https://doi.org/10.33387/tk.v8i2.1350

Kusniawati, D., Islami, N. P., Setyaningrum, B., Prasetyawati, E., & lainnya. (2017). Pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal melalui program desa wisata di Desa Bumiaji. Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi, 2(1), 59–72. https://doi.org/10.24198/jsg.v2i1.15282

Mardikanto, T., & Soebiato, P. (2012). Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif kebijakan publik. Bandung: Alfabeta.

Narutomo, T. (2014). Program penguatan sistem inovasi daerah (SIDa) sebagai exit strategy program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM). Jurnal Bina Praja: Journal of Home Affairs Governance, 6(2), 143–156. https://doi.org/10.21787/JBP.06.2014.143-156

Putra, R. E. (2007). Analisis terhadap program-program penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat di Indonesia. Jurnal Demokrasi, 6(1).

Riyanti, C., & Raharjo, S. T. (2021). Asset based community development dalam program corporate social responsibility (CSR). Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik, 3(1), 112–126. https://doi.org/10.24198/jkrk.v3i1.32144

Soenyono. (2012). Sosiologi pemberdayaan masyarakat (Community empowerment). Surabaya: Jenggala Pustaka Utama.

Tjiptono, F. (2011). Strategi pemasaran. Yogyakarta: Andi Offset.

Todaro, M. P., & Smith, S. (2006). Pembangunan ekonomi (Edisi kesembilan) (H. Munandar, Penerj.). Jakarta: Erlangga.

Yansen, T. P. (2014). Revolusi dari desa. Elex Media Komputindo.

Downloads

Published

2025-06-30

How to Cite

Periyadi Periyadi, Abdul Kadir. MS, Junaidi Junaidi, Noorlaily Maulida, Dewi Ariefahnoor, Edy Mahfuz, & Muhammad Haris Syafitri. (2025). Pemberdayaan Ekonomi Produktif pada Masyarakat Miskin di Wilayah Kelurahan Puruk Cahu Seberang Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah. Jurnal Pelayanan Masyarakat, 2(2), 141–146. https://doi.org/10.62951/jpm.v2i2.1994

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.