Penyuluhan tentang Pengenalan dan Penggunaan Obat Tradisional (Herbal Medicine)

Authors

  • Ema Ratna Sari Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Pertiwi
  • Nilda Lely Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Pertiwi
  • Erjon Erjon Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Pertiwi
  • Masayu Azizah Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Pertiwi
  • Agnes Rendowaty Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Pertiwi
  • Ade Arinia Rasyad Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Pertiwi
  • Dewi Patmayuni Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Pertiwi
  • Lilik Pranata Universitas Katolik Musi Charitas
  • Masayu Rosyidah Universitas Muhammadiyah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.62383/harmoni.v2i1.1016

Keywords:

Counseling, Traditional Medicine, Alternatives

Abstract

The introduction and use of traditional medicine is an alternative step to carry out natural and effective treatment. Traditional medicine has great potential to improve people's health. Not many people use herbs for medicinal purposes, so the community service activity team aims to increase knowledge about Traditional Medicine (Herbal Medicine), especially for teenagers. Currently, teenagers prefer to use modern medicine, so their knowledge and experience regarding traditional medicine are still very lacking. Knowledge about herbal medicine is important for teenagers because it can help them use traditional medicine appropriately. Good knowledge of herbal medicine can also help prevent traditional medicine that can heal from becoming dangerous. The activity method is carried out using education through counseling about the introduction and use of traditional medicine (Herbal Medicine), which is carried out for students at Ummul Quro Al-Hamidiyah Foundation Middle School, Masjid Kyai Muara Ogan Street, Kertapati Palembang. This activity was held on December 19, 2024, with 50 participants from Ummul Quro Al-Hamidiyah Foundation Middle School students. The activity results stated that students understood the counseling about using traditional medicine (Herbal Medicine) well.

References

Astuti, Y., Riani, N., & Elviana, N. (2020). Edukasi pengenalan obat herbal untuk penyakit diabetes mellitus di wilayah Kelurahan Pondok Ranggon. Jurnal Buana, 4(2), 364. https://doi.org/10.24036/student.v4i2.842

Camelia, I. N., Elvina, R., Rosa, R., Reslina, I., & Widya, N. (2023). The relationship between knowledge and community attitudes with use of herbal medicine as traditional medicine in Simpang Petai Village, Kampar Regency. Unpublished manuscript, 1–7.

Dewi, R. S., Pratiwi, P. Q., Febrina, M., & Agistia, N. (2022). Tingkat pengetahuan masyarakat tentang obat tradisional setelah pemberian e-booklet di Kabupaten Karimun. Jurnal Kefarmasian Indonesia, 128–136. https://doi.org/10.22435/jki.v0i0.5950

Dewoto, H. R. (2007). Pengembangan obat tradisional Indonesia menjadi fitofarmaka. Majalah Kedokteran Indonesia, 57(7), 205–211.

Feriska, N., Sari, M. P., Hiliani, D., & Andia, A. N. (2024). Pengenalan pojok taman herbal TOGA pada anak usia dini di TKIT Auladuna 1 Kota Bengkulu. Unpublished manuscript, 2(10), 4673–4679.

Hartini, Y. S., Dwiatmaka, Y., Setiawati, A., Nugroho, L. H., Fajarina, M. M. S., & Britto, S. M. A. K. De. (2024). Edukasi pengenalan, pemanfaatan, dan pengolahan tanaman obat sebagai pembelajaran kontekstual pada siswa SMA. Unpublished manuscript, 5(4), 1919–1926.

Indriani, L. R., & N, L. A. K. (2023). Pemanfaatan obat bahan alam sebagai alternatif pengobatan di masa pandemi COVID-19. Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 2(2), 144–150.

Irianto, I. D. K., Susandy, V., & Mardiyaningsih, A. (2022). Studi tingkat pengetahuan dan pola penggunaan obat tradisional sebagai terapi komplementer penyakit degeneratif di Kauman Nganjuk. Jurnal Jamu Kusuma, 2(2), 64–75. https://doi.org/10.37341/jurnaljamukusuma.v2i2.38

Peraturan BPOM No. 25 Tahun 2023 tentang Kriteria dan Tata Laksana Registrasi Obat Bahan Alam. (2023). Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.

Putri, N. P. A. M. K., Suryaningsih, N. P. A., & Reganata, G. P. (2023). Gambaran perilaku pemanfaatan loloh cemcem sebagai obat herbal di Desa Penglipuran. Journal Scientific of Mandalika (JSM), 4(8), 113–120. https://doi.org/10.36312/vol4iss8pp113-120

Putri, W. S., Zakaria, J., & Manjato, A. (2024). Pengenalan dan pendampingan pembuatan taman toga (tanaman obat keluarga) di SD Negeri 54 Kota Lubuklinggau. LP3MKIL, 4(1), 29–40.

Sandili, G., Suryaningsih, N. P. A., & Dewi, D. A. P. S. (2023). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat dalam pemanfaatan obat tradisional di Desa Pancasari. Journal Scientific of Mandalika (JSM), 4(10), 238–251. https://doi.org/10.36312/vol4iss10pp238-251

Subroto, A., & Harmanto, N. (2013). Pilih jamu dan herbal tanpa efek samping. Elex Media Komputindo.

Sudirman, S., & Skripsa, T. H. (2020). Pemanfaatan pelayanan pengobatan tradisional (Batra) sebagai role model back to nature medicine di masa datang. ARSY: Jurnal Aplikasi Riset Kepada Masyarakat, 1(1), 45–50. https://doi.org/10.55583/arsy.v1i1.44

Suparmi, Yulianti, S., & Rosyid, A. (2021). Pendampingan pemanfaatan dan keamanan penggunaan tanaman obat bagi UMKM jamu seduh dan jahe merah bubuk di Desa Wisata Candisari, Mranggen, Demak. Jurnal Pengabdian Sumber Daya Manusia, 1(2), 76–85.

Wardhana, N. (2024). Aspek hukum dalam penggunaan ramuan herbal oleh tenaga kesehatan: Tanggung jawab dan perlindungan pasien. Unpublished manuscript, 8–12.

Yathurramadhan, H., & Yanti, S. (2020). Penyuluhan penggunaan obat tradisional di Desa Labuhan Rasoki. Jurnal Education and Development, 8(1), 4–5.

Downloads

Published

2025-01-08

How to Cite

Ema Ratna Sari, Nilda Lely, Erjon Erjon, Masayu Azizah, Agnes Rendowaty, Ade Arinia Rasyad, … Masayu Rosyidah. (2025). Penyuluhan tentang Pengenalan dan Penggunaan Obat Tradisional (Herbal Medicine). Harmoni Sosial : Jurnal Pengabdian Dan Solidaritas Masyarakat, 2(1), 38–44. https://doi.org/10.62383/harmoni.v2i1.1016

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.