Waris dalam Tinjauan Keadilan dan Kemanfaatan Q.S. al-Nisā’ Ayat 11-12 Perspektif Amina Wadud
DOI:
https://doi.org/10.62951/dinsos.v2i3.2439Keywords:
Amina Wadud, Feminist Exegesis, Gender, Inheritance, JusticeAbstract
In inheritance law, the Qur’an typically stipulates a 2:1 distribution, where men receive two parts and women one. This division is often justified by the idea that men are responsible for earning a living, with women not typically involved in financial support. However, feminist exegete Amina Wadud argues that this distribution is not based on justice. She emphasizes that the primary consideration in inheritance should be the benefits the heirs will receive, rather than gender. This study aims to analyze inheritance distribution in Qs. al-Nisā’ verses 11-12 from Amina Wadud's feminist perspective, specifically her critique of the 2:1 ratio. The study is a qualitative library research study titled "Inheritance in the Review of Justice and Benefit Perspective Amina Wadud." The primary source is Wadud's book Women in the Qur'an and the Qur'an According to Women, with secondary sources drawn from related articles and journals. The findings indicate that while the Qur'an generally assigns men a larger share, inheritance is not always distributed in a 2:1 ratio. The division varies depending on factors such as family relationships, with sometimes equal shares (1:1) or a different distribution (1:2), prioritizing justice and the benefits of the heirs.
References
Ahmad, D. (2016). Kritik terhadap konsep keadilan gender dalam penafsiran Amina Wadud. UIN Syarif Hidayatullah.
Amal Hayati, Dkk. (2015). Hukum waris. Medan: CIVI MANHAJI.
Amina, W. (2006). Qur'an menurut perempuan (A. Ali, Trans.). Jakarta: SERAMBI.
Depertemen Pendidikan Nasional. (2008). Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa.
Faby, T. R. (2018). Analisis Istiḥsan terhadap konstruksi pemikiran Amina Wadud tentang Faraid [Unpublished thesis]. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya.
Faizah, A. (2016). Konsep keadilan gender dalam pembagian warisan: Studi komparatif pemikiran M. Quraish Shihab dan Munawir Sjadzali. Diya al-Afkar.
Faqihuddin, A. Q. (2019). Qira'ah Mubadalah. Yogyakarta: IRCiSoD.
Gemala, D. (n.d.). Pemikiran hukum kewarisan Islam di Indonesia tentang bagian perolehan ahli waris pengganti. Law Review.
Hamka. (n.d.). Tafsir Al-Azhar. Singapore: Pustaka Nasional PTE LTD.
Imam, A. S. (n.d.). Asbab Al-Nuzul. Pustaka al-Kautsar.
Lukman, Ḥ. (2017). Mis-interpretasi ayat kepemimpinan laki-laki atas perempuan (Respon feminisme terhadap Qawwamah). STIUDIA QURANIKA, 1, 2. https://doi.org/10.21111/studiquran.v1i2.848
Magdalena, R. (2017). Kedudukan perempuan dalam perjalanan sejarah (Studi tentang kedudukan perempuan dalam masyarakat Islam). Harkat an-Nisa, II.
Maimun, N. (2016). Pengantar hukum kewarisan Islam. Surabaya: Pustaka Radja.
Mufti, K. (2020). Prinsip keadilan berimbang dalam pembagian harta warisan antara anak laki-laki dan perempuan perspektif hermeneutika double movement Fazlur Rahman. [Unpublished thesis]. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
RI, Kementerian Agama. (2013). Panduan praktis pembagian waris. PT. Direktorat Urusan Agama Islam.
Rini. (2019). Kontekstualisasi tafsir feminis Amina Wadud pada masyarakat Islam di Indonesia. Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan. https://doi.org/10.29240/jf.v4i1.774
Shera, B. (2018). Hukum waris Islam menurut konsep keadilan dan kesetaraan gender. Universitas Islam Indonesia.
Syahabuddin, Y. (2022). Hermeneutika Amina Wadud terhadap ayat waris. Institut Perguruan Tinggi Ilmu al-Qur'an.
Syaḥrur, M. (2007). Prinsip dan dasar hermeneutika hukum Islam kontemporer. Yogyakarta: eLSAQ Press.
Wahbah, A. Z. (2013). Tafsir Al-Munir. Depok: Gema Insani.
Zaitunah, S. (1999). Tafsir kebencian: Studi bias gender dalam tafsir Qur'an. Yogyakarta: LKiS.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dinamika Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Transformasi Kesejahteraan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


