Problem Solving For Better Health (PSBH) Rendam Kaki Air Hangat dengan Serai pada Penderita Hipertensi

Authors

  • Doni Bilman Murizki Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Amnaria Maretha Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Fitrian Fitrian Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Helwati Mursyida Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Reza Rizki Amaliyah Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Sri Nopita Sari Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Verawanty Verawanty Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Julianto Julianto Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.62383/aksisosial.v2i2.1520

Keywords:

Hypertension, Non-Pharmacological Therapy, Foot Soak, Lemongrass, Community Service

Abstract

Hypertension is a global health issue that requires holistic management, including non-pharmacological therapies. This community service activity aimed to educate and assist residents of Pekauman RT 07 in applying warm foot soak therapy with lemongrass as an alternative method to reduce blood pressure. The implementation method used a participatory approach involving observation, education, direct practice, and pre-post intervention evaluation. The results showed that most participants experienced a decrease in blood pressure after the intervention. This therapy is considered simple, safe, and feasible to perform independently at home. The program is expected to continue as a community empowerment strategy in hypertension management.

References

Abdurrauf, & Faradina. (2024). Implementasi rendam kaki dengan rebusan serai dan garam terhadap penurunan tekanan darah pada keluarga dengan masalah kesehatan hipertensi di wilayah Kebon Pala RW 11. Jurnal Meditory, 1(1), 109–113.

Ahmad, B. A., Budiyanto, E., & Nugroho, H. (2016). Aplikasi SIG untuk pemetaan persebaran tambak di Kota Semarang (Studi kasus: Daerah Tambak Kota Semarang). Jurnal Geodesi Undip, 5(4), 1–10.

Andarun, Q., Herdiani, I., Solihat, N., & Badrudin, U. (2025). Terapi rendam kaki dengan air Epsom salt dan serai terhadap tekanan darah. SENAL: Student Health Journal, 1(3), 55–60. https://doi.org/10.35568/mm1pcy53

Arsyad, L. (1999). Pengantar perencanaan dan pembangunan ekonomi daerah. BPFE.

Augin, A. I., & Soesanto, E. (2022). Penurunan tekanan darah pasien hipertensi menggunakan terapi rendam kaki air hangat dengan campuran garam dan serai. Ners Muda, 3(2). https://doi.org/10.26714/nm.v3i2.8240

Dwi Nuriza, I., Andora, N., & Budiati, E. (2024). Pengaruh rendam kaki air hangat rebusan dan serai terhadap hipertensi lansia. Media Husada Journal of Nursing Science, 5(2), 82.

Fauzi, M., Pamukas, N. A., & Masjudi, H. (2018). Pengembangan mata pencaharian alternatif bagi nelayan melalui kegiatan budidaya ikan dengan teknologi bioflok di Kampung Sungai Kayu Ara, Riau. Journal of Empowerment, 1(2), 61–65.

Febriana, A. (2025). Manajemen hipertensi dengan pendekatan terapi komplementer dalam praktik keperawatan (Vol. 1, Issue 2).

Febryanti, E. E., & Darmawan, A. (2024). Implementasi Perda Nomor 5 Tahun 2021 tentang penggunaan alat penangkapan ikan dan pemberdayaan nelayan kecil di wilayah Kabupaten Lamongan. PRAJA Observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik, 4(03), 9–22.

Lilis, L. F., Amir, M. S. D., & Yulianti, Y. (2025). Pengaruh pemberian rendam kaki terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Jurnal Health Society, 14(1), 86–95. https://doi.org/10.62094/jhs.v14i1.209

Martono, & Nanang. (2012). Sosiologi perubahan sosial: Perspektif klasik, modern, posmodern, dan poskolonial.

Matland, R. E. (1995). Synthesizing the implementation literature: The ambiguity-conflict model of policy implementation. Journal of Public Administration Research and Theory, 5(2), 145–174.

Matthew, B. M., & Huberman, A. M. (1984). Qualitative data analysis: A sourcebook of new methods. SAGE Publications.

Mulyadi, A. (2015). Peranan sektor perikanan dalam pengentasan kemiskinan masyarakat pesisir. Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan, 10(2), 123–134.

Munir, R., & Fitanto, B. (2002). Pengembangan ekonomi lokal partisipatif (masalah, kebijakan dan panduan pelaksanaan kegiatan). Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial, Universitas Sultan Fatah Demak.

Nasution, R. A., Syahriza, R., & Daulay, A. N. (2024). Analisis keberlanjutan usaha kecil berbasis kearifan lokal (Studi kasus Rumah Makan Holat Suka Rame Kec. Sungai Kanan, Kab. Labuhan Batu Selatan). Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Kewirausahaan, 8(3), 939–955.

Rattu, P. N., Pioh, N. R., & Sampe, S. (2022). Optimalisasi kinerja bidang sosial budaya dan pemerintahan dalam perencanaan pembangunan (Studi di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Minahasa). Jurnal Governance, 2(1), 1–9.

Sabatier, P. A., & Mazmanian, D. A. (1980). The implementation of public policy: A framework of analysis. Policy Studies Journal, 8(4), 538–560.

Sachs, J. D. (2015). The age of sustainable development. Columbia University Press.

Salsabila Putri Arlinda, Amri, K., & Pujiastuti, N. (2024). Implementasi rendam kaki dengan rebusan serai dan garam terhadap penurunan tekanan darah pada keluarga dengan masalah kesehatan hipertensi di wilayah Kebon Pala RW 11. Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan, 1(3), 109–113. https://doi.org/10.35968/zwehvy47

Saputri, D. D., & Muhlisin, A. (2024). Penerapan intervensi perendaman kaki dengan rebusan air serai dan garam pada penderita hipertensi terhadap penurunan tekanan darah. MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 4(11), 5086–5094. https://doi.org/10.33024/mahesa.v4i11.16134

Satria, A. (2009). Ekologi politik nelayan: Studi tentang konflik, penguasaan, dan perubahan kebijakan perikanan. LIPI Press.

Sitorus, S. H., Fatkhullah, M., & Julastri, R. (2022). Pemberdayaan masyarakat nelayan: Peran dan kontribusi Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Rokan Hilir. Jurnal Masyarakat Madani, 7(1), 1–19.

Sundari, S., & Hastuti, M. (2025). Penerapan terapi rendam kaki di air hangat dengan campuran garam dan serai untuk menurunkan tekanan darah dengan hipertensi. Jurnal Rumpun Kesehatan Umum, 3, 70–76. https://doi.org/10.62027/vitamedica.v3i1.256

Uphoff, N. (1992). Learning from Gal Oya: Possibilities for participatory development and post-Newtonian social science. Cornell University Press.

Widodo, A. (2020). Nilai budaya ritual perang topat sebagai sumber pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal di sekolah dasar. Gulawentah: Jurnal Studi Sosial, 5(1), 1. https://doi.org/10.25273/gulawentah.v5i1.6359

Wijayanti, R., & Waliyanti. (2025). Pengaruh rendam kaki air hangat serai dan garam terhadap penurunan tekanan darah lansia hipertensi. Jurnal Meditory, 4(1), 1–8.

Yunaria Tanu, B., Situmorang, P., Zai, N. S., & Siregar, D. (2025). Faktor risiko hipertensi pada usia dewasa di Kabupaten Nias. Jurnal Keperawatan Cikini, 6(1), 39–47.

Downloads

Published

2025-06-11

How to Cite

Doni Bilman Murizki, Amnaria Maretha, Fitrian Fitrian, Helwati Mursyida, Reza Rizki Amaliyah, Sri Nopita Sari, … Julianto Julianto. (2025). Problem Solving For Better Health (PSBH) Rendam Kaki Air Hangat dengan Serai pada Penderita Hipertensi. Pemberdayaan Masyarakat : Jurnal Aksi Sosial, 2(2), 31–40. https://doi.org/10.62383/aksisosial.v2i2.1520

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.