Kreativitas Pembuatan Batik Berbasis Kearifan Lokal sebagai Daya Tarik Pengunjung Desa Wisata Kertosari, Pasuruan

Authors

  • Widiyatmo Ekoputro Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Mulyanto Nugroho Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Hamaz Zazirah Zam Zam Fath Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Azizah Adhelia Wulandari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Adinda Mufida Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.62383/aksinyata.v2i3.1863

Keywords:

Creativity, Batik, Local Wisdom, Tourism Visitors

Abstract

This community service program focuses on empowering the local community of Kertosari Village, Purwosari District, Pasuruan Regency, through creative batik-making based on local wisdom. This activity aims to support the development of sustainable ecotourism and enhance the competitiveness of tourist destinations in the global era. Tourism, as defined in Indonesian Law No. 10 of 2009, includes activities aimed at recreation, self-development, and exploration of local attractions. Kertosari Village, recipient of the 2019 Indonesia Sustainable Tourism Award, has strong potential as an ecotourism village with unique natural and cultural assets. Through training and capacity-building, this program seeks to equip local residents with batik-making skills that can serve as cultural products for tourism promotion. Funded by Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya and supported by community partners, this initiative includes training sessions, seminars, and publications in SINTA-accredited journals and digital platforms. The expected outcomes are increased community participation in tourism, enhanced creative skills, and economic empowerment. Ultimately, this program aims to strengthen the identity of Kertosari Village as a sustainable tourist destination, while preserving local cultural heritage through batik.

 

References

Adipati, B. (2014). Kondisi pariwisata berkelanjutan di bidang sosial budaya berdasar pengalaman dan harapan pengunjung di Pantai Tanjung Papuma, Jember. Binus Business Review, 5(1), 80–90.

Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. CV Jejak.

Ardika, I. G. (2018). Kepariwisataan berkelanjutan: Rintis jalan lewat komunitas. Kompas.

Aryani. (2017). Analisis dampak pembangunan pariwisata pada aspek ekonomi dan sosial budaya masyarakat (Studi kasus pada Desa Wisata Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul, D.I. Yogyakarta). Jurnal Administrasi Bisnis, 49(2), 142–146.

Budiani, D., et al. (n.d.). Analisis strategi dan potensi pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis komunitas di Desa Sembungan, Wonosobo, Jawa Tengah. Majalah Geografi Indonesia, 32(2), 170–176.

Daymon, C., & Holloway, I. (2008). Metode-metode riset kualitatif dalam public relations dan marketing communications. Bentang.

Dritasto, H., & Anggraeni, R. (2013). Analisis dampak ekonomi wisata bahari terhadap pendapatan masyarakat di Pulau Tidung. Jurnal Online Institut Teknologi Nasional,1-8.

Fanani, Z., & Pangestuti, R. (2017). Analisis keamanan dan kenyamanan objek wisata Penanjakan I Bromo. Jurnal Administrasi Bisnis, 49(2), 63–67.

Hidayat, M. (2011). Strategi perencanaan dan pengembangan objek wisata (Studi kasus Pantai Pangandaran Kabupaten Ciamis Jawa Barat). Tourism and Hospitality Essentials Journal, 1(1), 33–44.

Ibrahim. (2015). Metodologi penelitian kualitatif. Alfabeta.

Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan. Jakarta.

Kristiana, D., & Theodora, R. (2016). Strategi upaya pengembangan pariwisata berkelanjutan agrowisata berbasis masyarakat Kampung Domba Terpadu Juhut, Provinsi Banten. Jurnal Ilmiah Widya, 3(3), 1–3.

Moleong, L. J. (2013). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya Offset.

Nilamsari, S. (2014). Memahami studi dokumen dalam penelitian kualitatif. Wacana, 13(2), 177–181.

Nurhasanah, S., Alvi, M., & Persada, R. (2017). Perwujudan pariwisata berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat lokal di Pulau Pahawang, Pesawaran, Provinsi Lampung. Tataloka, 19(2), 177–128.

Oktaviyanti, R. (2013). Dampak sosial dan budaya interaksi wisatawan dan masyarakat lokal di kawasan Sosrowijayan. Jurnal Nasional Pariwisata, 5(3), 201–208.

Prasodjo, H. (2017). Pengembangan pariwisata budaya dalam perspektif pelayanan publik. Jurnal Office, 3(1), 7–12.

Rubiantoro, B., & Haryanto, A. (2013). Bentuk keterlibatan masyarakat dalam upaya penghijauan pada kawasan hunian padat di Kelurahan Serengan-Kota Surakarta. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 9(4), 416–428.

Setiawan, H. (2014). Bahan ajar budaya dan kepariwisataan. Politeknik Negeri Sriwijaya.

Simanjuntak, B. A., Tanjung, F., & Nasution, R. (2017). Sejarah pariwisata menuju perkembangan pariwisata Indonesia. Yayasan Pustaka Obor.

Suwena, I. K., & Widyatmaja, I. G. N. (2017). Pengetahuan dasar ilmu pariwisata. Pustaka Larasan.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. (2009). Jakarta: Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Downloads

Published

2025-07-14

How to Cite

Widiyatmo Ekoputro, Mulyanto Nugroho, Hamaz Zazirah Zam Zam Fath, Azizah Adhelia Wulandari, & Adinda Mufida. (2025). Kreativitas Pembuatan Batik Berbasis Kearifan Lokal sebagai Daya Tarik Pengunjung Desa Wisata Kertosari, Pasuruan. Aksi Nyata : Jurnal Pengabdian Sosial Dan Kemanusiaan, 2(3), 249–258. https://doi.org/10.62383/aksinyata.v2i3.1863

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.