Strategi Penguatan Kolaborasi untuk Menghindari Polarisasi Sosial dalam Membangun Organisasi Inklusif di Kampung Bojong, Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi

Authors

  • Raniasari Bimanti Esthi Universitas Pelita Bangsa
  • Nur Azizah Universitas Pelita Bangsa
  • Sopi Jaelani Universitas Pelita Bangsa
  • Elisabet Simanjuntak Universitas Pelita Bangsa
  • Sinar Mauliza Purnama Universitas Pelita Bangsa

DOI:

https://doi.org/10.62383/aksinyata.v2i3.1678

Keywords:

Collaboration, Inclusive-Organization, Social-Polarization

Abstract

Social fragmentation within community organizations in Kampung Bojong, Bojongsari Village, Kedungwaringin Subdistrict, Bekasi Regency, has led to social polarization that hinders community cohesion and inclusive participation. This study aims to formulate strategies for strengthening collaboration to build inclusive and equitable organizations. The method used is a qualitative approach with a participatory case study design. Data was collected through participatory observation, in-depth interviews, and focused group discussions (FGDs), using purposive sampling techniques. Analysis was conducted thematically, and validity was ensured through triangulation and member checking. The results indicate that social polarization encompasses aspects of power, age, politics, economics, geography, and symbolism, reflected in exclusion, information inequality, and weak communication. Factors contributing to low collaboration include lack of trust, dominance of central figures, and limited member capacity. Interventions were implemented through a community-based action research model involving dialogue facilitation, collaborative training, and organizational strategy mentoring. Evaluations showed increased cross-group participation, the formation of communication forums, and reduced social tension. This study contributes practically and theoretically to building resilient organizations through participatory and transformative approaches.

References

Adelwis, D., Hefni, H., & Adiyalmon, A. (2024). Faktor-faktor penyebab dan dampak dari ketidakaktifan MGMP sosiologi terhadap pengembangan kompetensi profesional guru di Kabupaten Pasaman Barat. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9(4), 2732–2737.

Adriansyah, R., & Ananda, N. R. (2022). Interaksi sosial masyarakat sebelum dan sesudah pandemi COVID-19. Prosiding Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa, 2, 35–45.

Asiah, T. S. (2017). Manajemen konflik: Teori dan aplikasi. (Penerbit tidak dicantumkan).

Bagus, J. M. (2025). Dari desa ke dunia maya: Evolusi KIM di tengah transformasi digital. Goresan Pena.

Batubara, T. (2023). Polarisasi masyarakat Arab-Hadrami di Surakarta, 1914–1950 (Disertasi Doktor, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta).

Budiman, B. N. (2021). Populisme di Indonesia sebagai ancaman polarisasi masyarakat. Pancasila: Jurnal Keindonesiaan, 1(2), 235–246.

Dekki, U. R., & Dody, S. (2022). Kebijakan sosial: Sejarah, teori, konsep dan praktik. (Penerbit tidak dicantumkan).

Febrianty, S. E., & Muhammad, S. (2023). Kekuatan apresiasi membuka potensi sumber daya manusia di organisasi. Universitas Malahayati.

Ginting, A. F. N. (2024). Manajemen stres pada tenaga kesehatan dalam tim kolaborasi antarprofesi (IPE/IPC). Caring, 1(1), 01–04.

Jambak, A. M., Lase, D., Telaumbanua, E., & Hulu, P. (2023). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi resistensi pegawai terhadap perubahan organisasi di Kantor Pengadilan Agama Gunungsitoli. Tuhenori: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(1), 22–37.

Kabuam, W., & Nathan, I. A. (2024). Smart leadership dalam pendidikan tinggi: Membangun perilaku organisasi yang adaptif dan kolaboratif. Jurnal Intelek Insan Cendikia, 1(10), 8198–8209.

Lisbet, Z. T., Judijanto, L., Ginanjar, R., Adnanti, W. A., Butarbutar, M., & Harto, B. (2024). Friendly leadership: Membangun koneksi dan kolaborasi di tempat kerja. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Nanggala, A. (2023). Model pembudayaan Pancasila berbasis kolaborasi pentahelix untuk membangun generasi muda Indonesia yang Pancasilais. Pancasila: Jurnal Keindonesiaan, 3(2), 160–178.

Saputra, R., & Rahman, D. (2024). Manajemen pelatihan dalam penguatan kelompok tani pada pelaku agribisnis inklusif: Tinjauan literatur. Jurnal Intelek dan Cendikiawan Nusantara, 1(6), 10317–10326.

Silalahi, I. R. B., & Amtiran, A. (2024). Studi kontekstual polarisasi kekristenan di Indonesia. Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya, 2(1), 70–84.

Siregar, D., Sabrina, A., Sihotang, E. S., Khadijah, S., Manihuruk, S., & Puteri, A. (2025). Strategi inovatif dalam mengembangkan pendidikan inklusif: Pelatihan peran guru, fasilitas memadai, dan kolaborasi efektif. Indo-MathEdu Intellectuals Journal, 6(2), 2094–2104.

Sugata, I. M., & Duta, P. D. I. F. D. (2012). Mistisisme yoga: Polarisasi gerakan spiritualitas dalam masyarakat lintas agama. (Penerbit tidak dicantumkan).

Suhendra, S., & Pratiwi, F. S. (2024, Oktober). Peran komunikasi digital dalam pembentukan opini publik: Studi kasus media sosial. Dalam IAPA Proceedings Conference (hlm. 293–315).

Sumarto, H. S. (2025). Inovasi, partisipasi dan good governance: 20 prakarsa inovatif dan partisipatif di Indonesia. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Susanti, E. (2024). The contribution of Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah in strengthening democracy in Indonesia: A study of moderate Islamic politics. Almustofa: Journal of Islamic Studies and Research, 1(1), 123–136.

Susetyo, D. P. B. (2021). Dinamika kelompok: Pendekatan psikologi sosial. SCU Knowledge Media.

Suyatna, H., Santosa, A., Ghazali, J., Naire, A., Wibowo, I. A., Seto, P. N., & Indroyono, P. (2018). Model kerakyatan dalam pengembangan energi terbarukan: Kasus pengembangan partisipasi masyarakat dalam pengembangan energi terbarukan di Desa Poncosari Kabupaten Bantul. UGM Press.

Zubaedi, M. A. (2016). Pengembangan masyarakat: Wacana dan praktik. Kencana.

Downloads

Published

2025-06-30

How to Cite

Raniasari Bimanti Esthi, Nur Azizah, Sopi Jaelani, Elisabet Simanjuntak, & Sinar Mauliza Purnama. (2025). Strategi Penguatan Kolaborasi untuk Menghindari Polarisasi Sosial dalam Membangun Organisasi Inklusif di Kampung Bojong, Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi. Aksi Nyata : Jurnal Pengabdian Sosial Dan Kemanusiaan, 2(3), 173–189. https://doi.org/10.62383/aksinyata.v2i3.1678

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.